MUHAMMAD HARIZ - Doa di Saku Kemeja (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents

 


MUHAMMAD HARIZ 

Doa di Saku Kemeja 


Pada pagi yang menguap dari cangkir enamel,

aku menyelipkan doa ke saku kemeja—

doa yang kecil, namun keras kepala.

Ia berjalan di antara debu dan jadwal,

mengetuk pintu langit dengan kuku sederhana,

meminta izin tumbuh tanpa banyak suara.


Impian duduk di bangku kayu, menunggu giliran,

seperti surat yang sabar menanti alamat.

Ia belajar mengeja langkah,

menyimpan cahaya pada benda-benda remeh:

jam weker yang setia,

pensil tumpul yang tak menyerah pada kertas.


Jika kelak malam menutup jendela harap,

biarlah doa menjadi lampu minyak,

dan impian menjadi sumbu yang tekun.

Aku berjalan perlahan—

bukan untuk sampai lebih cepat,

melainkan agar tak kehilangan arah.


Malang, 10 Januari 2026

Posting Komentar