Muhammad Arun Al-Harits - sajak tapak waktu (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Muhammad Arun Al-Harits
sajak tapak waktu


fajar yang menyingsing dan senja yang memudar, Kita adalah pengembara yang membawa ransel penuh keringat. Langkah pertama dimulai dengan air mata suci, Berjalan di jalan yang sempit, mencari makna di balik janji-janji. Dunia bukanlah sekadar hamparan tanah yang sunyi, Ia adalah riak ombak di samudra yang gelap. Terkadang kita terpaksa mendaki tebing curam kegagalan, Hanya untuk melihat cahaya dari puncak keberanian. Luka yang telah sembuh adalah peta yang abadi, Mengajari kita arah, kapan harus berhenti. Karena hidup bukanlah tentang seberapa cepat Anda mencapai tujuan, Tetapi tentang perbuatan baik yang ditanam di sepanjang jalan. Sekarang, biarkan angin menyapu debu dari pundakmu, Teruslah berjalan hingga kembali menjadi akhir dari kerinduan.

cibinong, 23 Januari 2026

Posting Komentar