Moh bintang Yudistira - Mimpinya di liang lahat (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Moh bintang Yudistira
Mimpinya di liang lahat


Kala itu senja terlihat indah mimpinya setinggi cakrawala, hatinya selapang samudra dan doa lebih sering dari kepakan sayap merpati, matanya naif dan lugu, setiap langkah adalah puing puing masa depannya seribu mimpinya ia genggam erat erat di tangannya
Hari ini senja itu terlihat parau hatinya gelisah jiwanya gusar mimpinya yang dulu setinggi cakrawala kini meringkuk melas di pojok kalbu doanya pun tak lebih sering dari hujan di sahara hatinya di runding gundah gulana mata naif dan lugunya kini menjadi hitam pekat mimpinya tak pernah bangkit kecuali berwujud penyesalan
Kini yang tersisa hanyalah jasad yang murung dan terbengkalai, ia letakkan dengan berat hati mimpinya di liang lahat bersama dirinya yang tewas di bunuh kenyataan
Mimpi manusia adalah ruh setiap jiwa
Mimpi tak akan pernah mati
Kecuali pemiliknya mati

Kediri 14 Januari 2026

Posting Komentar