Melodi Fatarani - Di bawah langit yang tak pernah menjawab (OSN 3.3)
๐Ÿ‘️ dibaca

Table of Contents

Melodi Fatarani
Di bawah langit yang tak pernah menjawab


Aku melangkah di bawah langit
yang tak pernah memberi aba-aba,
menitipkan namaku pada waktu
yang berjalan tanpa menoleh.
Harapan kupanggul seperti kaca bening,
retak oleh angin yang tak berniat jahat.

Langit memilih sunyi,
dan aku belajar dari bisunya
bahwa ada tanya
yang tak ditakdirkan pulang sebagai jawaban.
Tak ada peta
hanya jejak yang menipis,
serpih waktu
menghafal arah pulang kakiku.

Jalan ini menanjak dalam sunyi,
menelanjangi tubuh
di hadapan sepi yang tak mengenal nama.
Aku pernah berhenti,
bukan karena kalah,
melainkan letih
menjaga diriku agar tak runtuh sepenuhnya.

di bawah langit yang sama
aku merakit diriku dari sisa-sisa,
pelan,
tanpa janji akan tiba
hanya tekad untuk tetap ada,
di antara ragu, waktu yang terus menguji,
langkah kecil ini bertahan

meski gemetar
di bawah langit
yang tak pernah menjawab apa pun.

Cianjur,13 januari 2026

18 komentar

Nuraini 17 Januari 2026 pukul 20.04 Delete
Keren banget puisinya
zelzyzar 17 Januari 2026 pukul 20.12 Delete
kerennn๐Ÿ”ฅ
Yai Bandung 17 Januari 2026 pukul 20.26 Delete
Mantab puisinya
Mantap dan keren puisinya 17 Januari 2026 pukul 20.28 Delete
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Mantap dan keren puisinya 17 Januari 2026 pukul 20.31 Delete
Keren sekali puisinya
Nurmadewi 17 Januari 2026 pukul 20.38 Delete
Hebat, bagus banget
melodi 17 Januari 2026 pukul 21.34 Delete
luar biasa..keren puisinya๐Ÿ‘
Ahmad Sauri 17 Januari 2026 pukul 22.24 Delete
Bagus banget puisinya
elina 21 Januari 2026 pukul 08.31 Delete
keren bangett kak
Caca 21 Januari 2026 pukul 08.32 Delete
tersentuh banget puisi nya apalagi sambil dengerin musik "kembali pulang"
kireina 21 Januari 2026 pukul 08.34 Delete
Bagus banget kak puisi nya
Aul_11 21 Januari 2026 pukul 08.42 Delete
Nyentuh hati banget kak puisi nya
Laura putri 21 Januari 2026 pukul 08.43 Delete
bagusss bangettt๐Ÿคฉ๐Ÿคฉ
tiara 21 Januari 2026 pukul 08.44 Delete
keren banget puisinya
Anonim 26 Januari 2026 pukul 12.17 Delete
Semangat kakaa
Tyas 27 Januari 2026 pukul 11.35 Delete
Diksinya menarik. Saya menyukai larik "tak ada peta. Hanya jejak yang menipis." Terdengar sangat jelas dan memberitahukan pesan dengan kuat. Saya menyukai ketegasan pesannya walau di saat yang sama terdengar rapuh...
Taufikiman 27 Januari 2026 pukul 14.01 Delete
Penulis sangat cermat memilih dan meracik diksi sehingga penikmat terasa hanyut di dalamnya.... "Aku merakit diriku dari sisa-sisa pelan...."
Babah Mel 4 Februari 2026 pukul 09.00 Delete
Gasssss terus.. Heheh๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€