MAULIANA NUR HAFIZA - Jejak di Bumi Ruai Jurai (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
MAULIANA NUR HAFIZA
Jejak di Bumi Ruai Jurai
Bumi Ruai Jurai menyambutku
dengan jarak yang dingin,
aku datang membawa rindu,
meninggalkan peluk ayah
di Kota Anging Mammiri
yang hanya kudoakan dari jauh.
Hari-hari memanjangkan jarak,
aku asing di antara bahasa dan wajah.
Sekolah menjelma ruang sunyi,
tempat suara belajar diam,
dan langkah kerap gemetar
menahan luka yang jatuh perlahan.
Hujan luka turun tanpa aba-aba,
kata-kata menajam,
kepercayaan terkikis pelan.
Namun di sela retak,
harap kutanam agar tetap bernapas.
Waktu membuka jalan pulang,
mengembalikanku pada rumah
dan pelukan yang utuh.
Bumi Ruai Jurai menyimpan jejak pahit,
bukan untuk melemahkan,
melainkan mengajarkanku bertahan
dan tumbuh dengan kepala tegak.
Maros, 10 Januari 2026
1 komentar
Di kota Anging mammiri"