Marie Sofia Lee - Dua Cahaya, Satu Luka (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Dua Cahaya, Satu Luka
Aku tumbuh di bawah cahaya yang lembut,
dua sosok yang tak pernah meminta apa pun,
namun aku terus berlari, takut mengecewakan harapan
yang bahkan tak pernah mereka ucapkan.
Kadang emosiku pecah tanpa arah,
dan mereka hanya diam, bukan marah, tetapi sabar.
Itu yang paling menyakitkan,
melihat kasih tetap ada meski aku belum layak menerimanya.
Malam-malam panjang kuisi dengan ambisi,
angka, nilai, penghargaan,
seolah cinta bisa diukur lewat hasil.
Kupikir itu bukti bahwa aku kuat,
padahal aku hanya takut tak cukup.
Kini aku mengerti,
bahwa perjalanan ini bukan tentang menang,
tetapi tentang pulang dengan hati yang jujur.
Dan saat dunia terasa hening,
hanya ada mereka,
dua cahaya yang tetap menyinari,
bahkan ketika aku sendiri mulai padam.
Tangerang, 23 Januari 2026
6 komentar