Marie Sofia Lee - Dua Cahaya, Satu Luka (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Marie Sofia Lee
Dua Cahaya, Satu Luka


Aku tumbuh di bawah cahaya yang lembut,
dua sosok yang tak pernah meminta apa pun,
namun aku terus berlari, takut mengecewakan harapan
yang bahkan tak pernah mereka ucapkan.

Kadang emosiku pecah tanpa arah,
dan mereka hanya diam, bukan marah, tetapi sabar.
Itu yang paling menyakitkan,
melihat kasih tetap ada meski aku belum layak menerimanya.

Malam-malam panjang kuisi dengan ambisi,
angka, nilai, penghargaan,
seolah cinta bisa diukur lewat hasil.
Kupikir itu bukti bahwa aku kuat,
padahal aku hanya takut tak cukup.

Kini aku mengerti,
bahwa perjalanan ini bukan tentang menang,
tetapi tentang pulang dengan hati yang jujur.
Dan saat dunia terasa hening,
hanya ada mereka,
dua cahaya yang tetap menyinari,
bahkan ketika aku sendiri mulai padam.


Tangerang, 23 Januari 2026

6 komentar

Petrus Tjandrasa 4 Februari 2026 pukul 10.12 Delete
cool.. very deep and touching
Tri Andayani 4 Februari 2026 pukul 10.18 Delete
So proud of your honesty in self expression
Retty 4 Februari 2026 pukul 14.21 Delete
amazing........so proud honey
Prawirasakti 4 Februari 2026 pukul 14.40 Delete
Shine bright like a diamond, Marie Sofia Lee more than 2 other lights.
Fransisca 4 Februari 2026 pukul 14.44 Delete
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Fransisca 4 Februari 2026 pukul 14.46 Delete
Keep up the good work on expressing yourself, Sofia