KHARISMA LINTANG PRASTIKA - Elegi sampan yang enggan karam (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Elegi sampan yang enggan karam
Di pelupuk samudra yang kian legam,
aku melihat kapal-kapal mereka melaju dengan tenang,
memahat buih menjadi jalan-jalan pulang,
tanpa dihantam riam,tanpa dirajam sangsi yang tajam.
Sedangkan aku disini adalah kayu yang menggigil,
di jatuhkan badai kedalam palung yang kian mengecil,
Perjalanan ku di penuhi ombak besar yang datang tak kenal jeda,
Menghantam rusuk sampan lapukku hingga nyaris tiada.
Napas ini mulai pendek tersumbat asinnya air mata,
tenaga luruh di telan nestapa,
logika ku hampir retak menatap dunia yang kian gila.
Mengapa arusnya ramah kepada mereka?
Mengapa ombak yang ganas bisa bersahabat dengan mereka?
Bahkan badai yang buatku hampir tenggelam ia malah menjadi desir angin yang menyegarkan,
kenapa hanya pada mereka?
Jemariku sudah gemetar memeluk dayung,
meski begitu aku tetap mendayung sekuat tenaga walau jari jemari sudah mati rasa,
aku menolak karam di tengah perjalanan.
Biarlah warasku tersisa seujung kuku,
asal aku sampai di dermaga yang aku inginkan,
saat kakiku menjejak dermaga,
aku akan berseru pada kapal kapal besar nan megah,
"meski aku hanya berdiri di atas sampan usang tak mewah dan tak nyaman,aku telah sampai di dermaga yang sama dengan kalian".
Mojokerto,16 januari 2025
Posting Komentar