Kenzo Gabriel Sinaga - Sujud Dan Doa Sang Pemimpi (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Kenzo Gabriel Sinaga
Sujud Dan Doa Sang Pemimpi


Di keheningan malam yang luruh,
Aku bersimpuh membawa jiwa yang luluh.
Impianku adalah bintang di langit yang jauh,
Tinggi menjulang, membuat langkah sering mengeluh.
Namun doa adalah tali yang menyambung harapan,
Antara bumi yang fana dan langit keabadian.
Setiap baris pinta yang terucap pelan,
Menjadi lentera di tengah kegelapan jalan.
Aku menyulam angan dengan benang kesabaran,
Meski kenyataan kadang memberi tamparan.
Tak ada lelah yang luput dari penglihatan,
Sebab Tuhan Maha Mendengar setiap rintihan kata yang kita ucapkan dalam sebuah bibir.
Impian bukan sekadar tentang hasil akhir dari jalan,
Tapi tentang keyakinan yang terus mengalir deras.
Dalam setiap sujud, keraguan pun tersingkir,
Menanti takdir indah yang akan terukir di dalam hidupku.
Kini biarlah doa terbang melampaui awan,
Mengetuk pintu langit dengan penuh ketulusan.
Hingga tiba saatnya keajaiban datang menyapa,
Menjadikan nyata segala hal yang dahulu hanya mimpi belaka.



Medan,18 Januari 2026

Posting Komentar