Kartika Alyani Salwa - Arsitektur Langit (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Arsitektur Langit
Di lengkung kening yang menyentuh bumi,
aku merajut peta-peta senyap.
Bukan sekadar meminta, tapi mengeja
aksara mimpi yang masih berupa kabut purba.
Doa adalah detak jantung yang kupinjamkan pada angan yang hampir mati kedinginan.
Aku tidak mengetuk pintu langit dengan gaduh,
melainkan dengan bisikan serat cahaya.
Impianku bukan sekadar mahkota emas,
tapi jembatan kokoh dari sisa-sisa air mata
yang membeku menjadi intan ketabahan.
Biarlah semesta bekerja dalam ritme rahasia,
menenun benang harapanku pada alat tenun takdir.
Sebab setiap amin yang kulepaskan ke udara,
adalah sayap bagi mimpi yang ingin bermuara.
Di antara sujud dan ufuk yang membara,
aku adalah pelukis yang tintanya berasal dari
setia, sabar, dan gemuruh percaya.
Tebing Tinggi, 14 Januari 2026
Posting Komentar