Karisma Wahyu Ning Tyas - Baswara di Relung Atma. (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Karisma Wahyu Ning Tyas
Baswara di Relung Atma


Jangan kau tutup jendela kamar yang sengaja kubuka lebar.
Biarkan anila menghantar setiap bisik rayuan yang kurapal, di tepi kesadaran.
Duduk bersila, kulontarkan anak panah doa menembus tebalnya cakrawala.
Ya, inilah aku…
Sang tokoh utama dalam cerita, tokoh yang telanjang dari rasa sempurna.
Sepuluh jari terangkat, kedua tangan bertangkup mengadah.
Miris, mirip pengemis yang tak mengenal malu pada langit.
Mantra pemuja kurapalkan, diiringi mudah-mudahan.
Pelan, bukan untuk mengharap mukjizat.
Gundukan arutala kusimpan dalam bejana, tertutup rapat di sudut kamar.
Sunyi, menyelimuti hati.
Pancaran baswara menusuk relung atma.
Menyadarkan ku hebatnya kejaiban doa, bukan sekedar meminta.
Wahai pemilik semesta, aku tak ingin hidup hampa begitu saja.
Jika lara harus menetap begitu lama, jadikan ia harsa. Aku ingin tetep menyala meski tidak pernah benar-benar sembuh.

Ponorogo, 21 Januari 2026

Posting Komentar