Jazilatun Nisa' - Menerka Takdir (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Menerka Takdir
Ku berjalan menyusuri hari yang tak bersuara,
sunyi menjelma ke seluruh ruang, menumbuhkan gundah di dada.
Di sanalah mimpi kupaksa berdiri,
untuk berani, melampaui takut,
menerka masa depan yang belum bernama.
Malam kulalui tanpa sadar,
waktu luruh ditemani letih dan harap.
Langkah pun tersandung oleh rintangan,
namun hasrat tak pernah benar-benar rebah,
ia bangkit sebagai mimpi
yang terus ingin kutaklukkan.
Takdir kerap berbisik,
akulah penentu arah.
Namun doa mengajarkanku satu hal
bahwa usaha adalah bahasa paling jujur
untuk berbicara kepada semesta.
Maka impian apa pun kusematkan
pada tiap ikhtiar yang kupelihara.
Impian tak lagi sekadar angan,
ia tumbuh dalam genggaman doa.
Mereka berjalan berdampingan,
menyusuri hiruk pikuk rintangan,
hingga pada akhirnya
aku mendapat kebenaran bahwa
takdir bukan untuk diterka,
melainkan diperjuangkan.
Cirebon, 25 Januari 2025
Posting Komentar