Jamaluddin - JEJAK LANGKAH (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
JEJAK LANGKAH
Hidup adalah jalan panjang
yang tak selalu lurus dan terang.
Ada tawa di pagi harapan,
ada air mata di senja kelelahan.
Aku melangkah dengan ragu,
membawa mimpi dan masa lalu.
Kadang tersandung oleh kecewa,
kadang terbang oleh doa yang sederhana.
Waktu tak pernah berhenti berjalan,
ia mengajar tanpa banyak penjelasan.
Dari jatuh aku belajar kuat,
dari kehilangan aku belajar makna bertahan.
Perjalanan ini bukan tentang siapa tercepat,
melainkan siapa yang tetap melangkah meski penat.
Sebab hidup bukan sekadar tujuan akhir,
tetapi cerita tentang proses menjadi diri sendiri.
Dan kelak, saat aku menoleh ke belakang,
kulihat jejak luka dan harapan.
Di sanalah aku tersenyum dan paham,
bahwa perjalanan hidup telah membentuk siapa aku sekarang
Waktu tak pernah berhenti berjalan,
ia mengajar tanpa banyak penjelasan.
Dari jatuh aku belajar kuat,
dari kehilangan aku belajar makna bertahan.
Perjalanan ini bukan tentang siapa tercepat,
melainkan siapa yang tetap melangkah meski penat.
Sebab hidup bukan sekadar tujuan akhir,
tetapi cerita tentang proses menjadi diri sendiri.
Dan kelak, saat aku menoleh ke belakang,
kulihat jejak luka dan harapan.
Di sanalah aku tersenyum dan paham,
bahwa perjalanan hidup telah membentuk siapa aku sekarang.
Makassar, 27 Oktober 2006
Posting Komentar