Ismatul Amelia - Perjalanan Hidup Melewati Semak Berduri dengan Doa Ibu (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
Ismatul Amelia
Perjalanan Hidup Melewati Semak Berduri dengan Doa Ibu

Di ufuk timur, pelangi seolah memanggilku.
Aku berjalan menembus hujan deras sampai jalan setapak yang ada menjadi samar-samar, tertutup oleh semak belukar berduri yang menusuk.

Semak berduri dengan angkuhnya melukai kakiku, meneteskan darah yang disertai dengan air mata.

Namun disela sela tangisanku,
aku mendengar suara rintihan ibu yang memanjatkan doa demi keselamatan perjalananku untuk melihat pelangi di ujung sana.

Seketika aku bangkit,
Karena doa ibuku membisikkan kekuatan dalam diriku. Setiap duri dan badai adalah ujian dalam perjalanan yang menguji kesabaran dan keteguhanku.

Namun dengan doa ibu.
Aku menghadapinya dengan tenang dan penuh kesadaran demi meraih pelangi di akhir penantian.

Aku tidak akan menyerah, tidak akan mundur.
Walaupun luka terasa perih, kakiku tetap melangkah maju.

Dan aku tersadar belukar berduri bukanlah jebakan, melainkan jalan penghubung menuju puncak tempat impianku akan terwujud.

Pemalang, 26 Januari 2009

Posting Komentar