Irtia Hurrohmah - Bayang di Balik Buih (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Bayang di Balik Buih
Di tengah samudra yang tiada bertepi,
perahuku ringkih bagai daun menanti mati.
Gelombang bergulung dan angin meraung tinggi,
di balik kayu sesuatu menghantui hati.
Tatapnya siap menikamku,
hatiku gemetar, pedang terhunus tanpa ragu.
Kutebas air hingga buyar, lalu kembali menyatu,
menertawakan amarahku yang hampa dan pilu.
Aku bertanya, "Makhluk apakah itu?"
Tak dapat ditikam, tak gentar oleh sembilu.
Kemarahan dan takut bersatu menjadi belenggu,
hingga kusadari kekerasan hanya membuatku kelu.
Kuangkat mata menatap permukaan air biru,
garis wajahnya tegas namun menyimpan lara layu.
Amarah dan sedih berpadu dalam satu rona semu,
bagai awan malam yang menyelimuti rembulan bisu.
Rupanya bukan makhluk kelam yang menghantui perahu,
namun bayanganku sendiri yang menari di arus waktu.
Ia memantulkan segala luka dan resahku,
membimbingku pulang mengenal diri yang lama kaku.
Pangkalpinang, 13 Januari 2026
Posting Komentar