Inayatul Maulidiyah - Benih di Tanah Kering (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Benih di Tanah Kering
Aku menyebut namaku sendiri
di antara jeda sujud dan tarikan napas panjang
Bukan karena aku paling benar,
tetapi karena aku paling tahu
betapa sering aku ragu pada langkahku sendiri.
Doa-doa tumbuh seperti benih
di tanah yang tidak selalu subur
Kadang kering oleh kecewa,
kadang basah oleh air mata
yang jatuh tanpa sempat diminta.
Namun aku tetap menyebut masa depan
dengan suara pelan dan penuh harap
Jika impian belum berani datang,
biarlah doa yang lebih dulu mengetuk
Sebab aku percaya
Tuhan tidak pernah tuli
pada hati yang belajar sabar.
Pamekasan, 10 Jauari 2025
Posting Komentar