Imam Sahroni Darmawan - Silsilah Debu dan Sepasang Sepatu Usang (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents

Sahroni Darmawan
Silsilah Debu dan Sepasang Sepatu Usang


Di lengkung dahi, sejarah mencatat kerutan yang tak sempat terbaca.
Hidup bukanlah bentang peta yang selalu lurus,
melainkan jalan berbatu yang memaksa sepatu usangku mengadu pada debu.
Aku adalah pengelana yang mengeja alamat pada tapak yang retak,
merenda sisa letih di sela jemari yang kian gemetar.

Sering kali, aku didera gentar di tepi sunyi,
saat tanya tentang muara hanya dijawab oleh gema yang dingin.
Namun, luka ini bukan beban; ia adalah kompas yang berdenyut di bawah kulit.
Kita tidak sedang mengejar titik henti,
melainkan menukar setiap inci perih dengan sekeping arti.

Biarlah kini kabut menutup arah yang fana.
Sebab pada akhirnya, yang abadi bukanlah sejauh mana kita berlari,
melainkan sedalam apa kita berani menyelami diri sendiri
sebelum sunyi benar-benar memulangkan kita ke debu.

Sampang, 11 Januari 2026

Posting Komentar