IIN APRILIA - Doa yang Terselip di Antara Napas (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Doa yang Terselip di Antara Napas
Aku tak selalu memanggil nama-Mu,
lidahku sering gugur sebelum sampai pada cahaya,
namun dada ini tetap membuka jendela,
tempat angin menyimpan doa yang tak jadi suara.
Embun menggigil di kelopak mata,
seperti harap yang belajar diam,
tak mengetuk langit,
hanya menetap di batas tangis.
Jam mengunyah waktu tanpa ampun,
aku mengunyah hari tanpa rasa,
ingin runtuh, ingin selesai,
namun napas terus menolak jadi akhir.
Kupikir aku tlah berhenti berharap,
menggulung mimpi ke sudut-sudut gelap,
tapi tiap tarikan paru-paru
masih menulis nama-Mu di udara.
Jika Kau mendengar sesuatu malam ini,
bukan seruan, bukan janji
barangkali inilah doa itu sendiri:
tubuh yang belum menyerah,
meski hatinya sudah lama ingin pulang.
Makassar, 27 Januari 2026
Posting Komentar