I Gede Agus Sanjaya - Menjahit Jejak di Kanvas Waktu (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents

 


I Gede Agus Sanjaya 

Menjahit Jejak di Kanvas Waktu


Di atas linen semesta yang membentang pucat,

Aku bersila khidmat, menggenggam jarum kesadaran.

Kutarik benang-benang nasib dari pintalan yang lumat,

Merajut kembali serpihan hari yang nyaris punah di ingatan.

Setiap tusukan adalah pagi yang pernah biru,

Kusematkan ia di antara tawa dan basah aroma tanah.

Namun tiba-tiba, benang merah menyulur pedih dan kaku,

Melukis siluet perpisahan yang dulu membuat langkahku goyah.

Jarum ini lalu menembus pori-pori takdir yang rahasia,

Menelusup ke labirin sesal, di mana benangnya kerap kusut masai.

Namun di sana pula, kusimpul mati setiap fragmen bahagia,

Agar ia menjadi jangkar, saat badai masa lalu mulai mengintai.

Kini kanvas itu tak lagi sekadar hamparan hampa,

Melainkan peta luka dan cahaya yang saling berpelukan.

Sebab aku adalah penjahit dari segala yang fana,

Mengubah robekan duka menjadi megahnya sebuah pengabdian.

Di sisa hela, jahitan ini kian merapat menuju muara,

Hingga waktu melipat kanvasnya, dan aku pun rebah dalam sapa-Nya.


Karangasem, 10 Januari 2026

Posting Komentar