Hoirotus Sya'baniyah Firliyanti - Untuk Belikatmu yang Terkubur di Pelepah Daun Pisang (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Untuk Belikatmu yang Terkubur di Pelepah Daun Pisang
Aku menanam namamu di kelopak mata,
saat belikatmu masih menyimpan hangat pelarianku.
Kehilangan mengental,
sebelum hilir ruhmu menghela isak paling berisik.
Aku mengafani senyapmu sambil mendongengkan ajal.
Belikatmu adalah kitab yang tak sempat disalin,
mengangkut musim yang tak pernah panen,
menahan doa yang berjamur pada sepasang kembang kamboja.
Lalu kubaringkan kau di pelepah daun pisang,
membungkus takdir yang terhempas gigil mata peziarah.
Tanah meneguk tubuhmu perlahan,
memelukmu seperti ibu yang terlambat datang—menerima tanpa pengadilan.
Kadang aku bertanya,
apakah kau benar-benar mati
atau hanya berpindah menjadi
bau hujan penuh keluh,
bisik daun beradu peluh,
atau retak kecil di ampas waktu yang jenuh.
Jika lusa pisang kembali berbuah,
mungkin itu adalah caramu menyapa:
tanpa suara,
menodai usia,
hanya lewat hijau yang tumbuh
di atas belikatmu
yang kini menjelma
doa paling azali.
Jakarta, 18 Januari 2026
Posting Komentar