Hasna Widia Luna - Saat Doa Menjadi Pondasi (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Hasna Widia Luna
Saat Doa Menjadi Pondasi


Kehidupan bermula
dari harapan yang mereka genggam erat,
dari keinginan tulus
menghadirkan seorang anak.

Dengan segenap daya dan cinta
mereka menyemai hari dengan kerja dan doa,
agar anaknya kelak berhasil
menjadi pribadi yang bermakna.

Gelas kecil itu mereka isi setetes demi setetes
dengan kasih sayang tanpa jeda,
hingga ia tumbuh
dan belajar menatap dunia.

Begitu banyak doa ibu
yang lirih terangkat kepada Tuhan,
tak terhitung peluh ayah
demi keluarga kecilnya.

Doa dan harapan itu
menyatu dalam simpul sunyi yang menguatkan,
menjadi akar yang menahan badai
bagi masa depan.

Air mata ibu jatuh tanpa suara,
keringat ayah mengalir tanpa keluh,
semua demi satu cita:
pendidikan dan masa depan anaknya.

Sungguh,
doa-doa itulah,
agar aku tak runtuh oleh waktu
dan terus berdiri.

Terima kasih
atas cinta dan pengorbanan,
yang tak pernah meminta balasan.

Bandar Lampung,20 Januari 2025

10 komentar

Daffa 22 Januari 2026 pukul 17.13 Delete
Semangat terus Luna
FAHSA SANDA 22 Januari 2026 pukul 17.59 Delete
semangat cwe cantikkkk
alex 22 Januari 2026 pukul 18.17 Delete
wow 👍🏻
Puisi Mimpiku 22 Januari 2026 pukul 19.11 Delete
wahh sangat bermakna
Puisi Mimpiku 22 Januari 2026 pukul 19.11 Delete
bagus sekalii semangat terusss!!
Hasna widia luna 23 Januari 2026 pukul 15.27 Delete
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hasna widia luna 23 Januari 2026 pukul 15.27 Delete
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hasna widia luna 23 Januari 2026 pukul 15.28 Delete
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hasna widia luna 23 Januari 2026 pukul 15.28 Delete
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hasna widia luna 23 Januari 2026 pukul 15.28 Delete
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.