Hasna Widia Luna - Saat Doa Menjadi Pondasi (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Saat Doa Menjadi Pondasi
Kehidupan bermula
dari harapan yang mereka genggam erat,
dari keinginan tulus
menghadirkan seorang anak.
Dengan segenap daya dan cinta
mereka menyemai hari dengan kerja dan doa,
agar anaknya kelak berhasil
menjadi pribadi yang bermakna.
Gelas kecil itu mereka isi setetes demi setetes
dengan kasih sayang tanpa jeda,
hingga ia tumbuh
dan belajar menatap dunia.
Begitu banyak doa ibu
yang lirih terangkat kepada Tuhan,
tak terhitung peluh ayah
demi keluarga kecilnya.
Doa dan harapan itu
menyatu dalam simpul sunyi yang menguatkan,
menjadi akar yang menahan badai
bagi masa depan.
Air mata ibu jatuh tanpa suara,
keringat ayah mengalir tanpa keluh,
semua demi satu cita:
pendidikan dan masa depan anaknya.
Sungguh,
doa-doa itulah,
agar aku tak runtuh oleh waktu
dan terus berdiri.
Terima kasih
atas cinta dan pengorbanan,
yang tak pernah meminta balasan.
Bandar Lampung,20 Januari 2025
10 komentar