Hasmatiah - Untuk Meja-meja Negeri (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Untuk Meja-meja Negeri
Di ruang yang berpendingin,
Di meja-meja berpodium,
Tempat keputusan dilahirkan,
Kami titipkan harapan untuk negeri tercinta,
Pesan yang tak rapuh meski sulit menembus pintu keadilan.
Tuhan,
Negeri ini untuk siapa?
Untuk rumah keadilan atau pabrik kekuasaan?
Lihatlah, doa-doa terus berjalan tanpa podium,
Dari upah yang habis sebelum tanggal,
Dari bangku sekolah yang nyaris runtuh,
Dari palu hukum yang kian tajam ke bawah.
Tuhan,
Kami harus bagaimana?
Kami berbicara dianggap terlalu banyak bicara,
Kami bungkam dianggap tak berkontribusi,
Harus bagaimana?
Mengungkap fakta dibungkam jeruji besi,
Melangkah berbekal akal dan kejujuran dianggap lawan.
Tuhan,
Kami tak meminta negeri yang sempurna,
Melainkan, sepotong hati dari musim pemilu,
Yang menyisakan ruang untuk rakyat di meja berpodium,
Yang tak melupakan siapa yang tak bosan berdoa untuk negeri meski tak didengar.
Pinrang, 16 Januari 2026
10 komentar
Puisinya mewakili suara rakyat
Negeri yang memikul jutaan harapan..
Semoga kedepannya Indonesia kita bisa memiliki pemimpin yang lebih amanah.