Gheasyifa Aulia - Di Antara Luka dan Cahaya” (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Di Antara Luka dan Cahaya
Aku adalah pejalan yang lahir dari luka,
menyusuri waktu dengan harapan yang rapuh.
Malam mengajariku diam,
sementara siang memaksaku untuk kuat.
Aku pernah patah oleh harapan sendiri,
namun waktu menuntunku kembali.
Air mata menjadi bahasa yang paling jujur,
doa menjadi rumah saat dunia asing.
Di setiap jatuh, aku menemukan makna,
bahwa sakit itu bukan kutukan, melainkan tanda bahwa kita hidup.
Aku belajar berdamai dengan gelap,
menyimpan cahaya di dalam dada.
Hingga aku sadar,
Perjalanan ini menempaku perlahan,
hingga aku berani melangkah,
meski takut masih setia mengikuti.
Serang, 17 Januari 2026
1 komentar