Galuh Hardiyani - Meski Berdarah (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Meski Berdarah
Ayah pergi, jiwaku tercerai-berai
Lima tahun, aku menghabiskan malam
Sepi— menusuk hingga tulang rusuk
Isak tangisku menjadi mantra kehampaan
Trauma bersarang di setiap respirasi
Cerminan duka berdansa di depan mata
Angan terbenam, hati memekik sepi
Karma getir— menampar tanpa ampun
Bongkahan duka menimbun megah
Cakrawala kecilku rekah, tak bernuansa sedikit pun
Seperempat abad, pagi menggeliat
Sadar : trauma adalah guru abadi
Aku berdiri, kendati lengan berlumuran darah
Air mata menjadi sungai keberanian
Setiap manuver menyusun dharma baru
Hidup, meski berdarah, tetap indah
Klaten, 18 Januari 2026
Posting Komentar