Frans Delutherman Fatoh S.PdK - Telapak Sorga dalam Doa dan Impian (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Telapak Sorga dalam Doa dan Impian
Dari rahim sunyi, hidup diserahkan pada Tuhan,
doa pertama tumbuh bersama nyeri dan sabar.
Pada telapak langkahnya, sorga dirawat diam-diam,
bukan sebagai janji, melainkan jalan pulang.
Malam-malam panjang dilewati tanpa keluh,
lelah disimpan, takut diluruhkan dalam zikir.
Waktu bergerak tanpa menoleh,
uban hadir sebagai ayat yang menjelma tubuh,
mahkota dari hari-hari yang diikhlaskan.
Dalam sujud, nama-nama dipanggil satu per satu,
dititipkan agar tumbuh jujur dan berani,
mengenal iman, kasih, serta tanggung jawab.
Impian tak dipaksa menaklukkan dunia,
cukup menjadi cahaya saat mereka tersesat.
Tak ditagih balas, tak dihitung jasa,
bahagia sederhana: melihat mereka dewasa.
Ketika tubuh menua dan suara memudar,
doa tetap berjalan mendahului langkah.
Sebab pada telapak itu,
sorga tak dijanjikan kelak,
ia telah lahir,
hidup,
dan bernafas
dalam cinta yang memilih mengabdi
hingga Tuhan sendiri memanggil pulang.
Dumai,15 Januari 2026
Posting Komentar