Fauzan Faris Athallah - Menunggu cahaya yang tak kunjung datang (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Menunggu cahaya yang tak kunjung datang
Dalam segala kegundahan ini,
aku selalu bersimpuh, sambil menahan derai air mataku.
Aku yang selalu bingung harus memulai dari mana,
aku yang berdoa dengan suara gemetar menunggu di dengar,
aku yang menunggu kedatangan cahaya itu.
Memohon dengan penuh risau,
meminta kepastian datangnya cahaya yang kutunggu.
Dalam telapak tanganku yang kotor ini aku berdoa bersungguh-sungguh,
meminta pembenaran hajatku,
sebab kau yang paling tahu kebenaran semua ini.
Dalam doaku ini aku menitipkan impianku kepadamu,
sebab kau yang menentukan semua rintangan ini.
Andai aku bisa melihat masa depan,
andai aku bisa melintasi waktu,
agar aku tidak risau dengan impianku.
Jikalau esok semua masih abu,
aku akan tetap berdoa menunggu,
menunggu dengan sabar cahaya datang yang entah kapan.
Bekasi, 19 Januari 2026
Posting Komentar