Fakhira Hasna Permadi - Tuntun Aku, Wahai Diri dan Sepi. (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Tuntun Aku, Wahai Diri dan Sepi.
Kepada keramaian, Tolong lihat aku,
Waktu buatku tumbuh memerankan benalu.
Berlari hidup-hidup dalam sendu,
Asa pun tak terasa syahdu.
kaku dirasaku,
Sebab aku tertusuk oleh ulahku,
Yang tak bertepi kala bingung menghampiri.
Selama ini aku hidup dalam bayang ilusiku sendiri,
Bisakah aku kembali?
Dalam sepi, aku memahami,
Bahwasanya ramai tak menentu abadi.
Lampau berkicau, berbisik kepada hati,
"Aku sadar aku telah mati."
Meski aku tak jadi baru,
Biarlah ia ditenggelamkan waktu,
Biarlah ia mati tak berarti.
Maka aku menjadi saksi,
Atas penderitaan yang dialami.
Wahai diri yang direndam sepi,
Terima kasih,
Untuk tak merenggut nyawa sendiri.
Terima kasih,
Telah menuntun diriku kembali.
Garut, 25 Januari 2026
11 komentar