Fadil Ikhsani Fatih - Doa Terakhir Sang Pintu Surga (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Doa Terakhir Sang Pintu Surga
Bulan bersinar terang di gulita malam.
Gulita malam dihiasi oleh bintang - bintang.
Bintang – bintang menyelinap masuk kedalam ruang penuh harapan dan tangisan.
Ruang penuh harap dan tangisan yang sunyi menyatu dalam heningnya malam.
Dalam ruang bernuansa putih, terbaring lemah Sosok Pintu Surga.
Jantungnya berdekup lirih namun memancarkan pesona kesejukan.
Sang Pintu Surga terbangun dari lelap mimpinya.
Dari kedua bibirnya terucap lirih untuk memuja Sang Pencipta.
Dengan gemetar kedua tangan ditengadahkan ke langit.
Jagalah anak anaku dari rayuan sang pendosa.
Perkenankan aku yang sudah renta ini untuk menemui-Mu.
Hapuskan lah noda – nodaku di masa lalu dan terimalah aku dengan kasih-Mu.
Sang Pencipta mendengar doa yang terucap.
Lalu Sang Pencipta memanggilnya dengan penuh kasih
Wahai hamba-Ku kemarilah.
Sang Pintu Surga pun terlelep dalam senyum indahnya.
Cikarang Barat, 27 Januari 2026
18 komentar