Ermilinda Imung - ADA PELANGI SETELAH HUJAN (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
ADA PELANGI SETELAH HUJAN
Di beranda waktu, aku melangkah dalam sembab
Langit masih tertinggal sisa isak yang luruh
Menjamah sukma bumi, langkah-langkah penat
Pada jejak yang tertanggal, memanggul duka yang bisu
Pernah kita didera bayu, dalam amuk prahara
Saat dahan-dahan harapan nyaris patah terbelah
Cakrawala kelam, hanya ada elegi dalam suara
Menyesaki relung dada yang kian payah dan lelah
Namun, saksikanlah kini, mendung mulai menepi
Sejumput kirana menyelinap, membelah tirai kelam
Aroma tanah basah, menyuarakan hikmah yang murni
Bahwa badai hanyalah jembatan, bagi pagi yang tenggelam
Lalu melingkarlah ia, busur cahaya di singgasana
Tujuh warna menenun langit yang semula mati
Rona gemilang, membasuh lara dengan sempurna
Membayar tunai setiap perih yang sempat menghuni hati
Sebab hidup adalah tarian antara air mata dan tawa
Tak ada kelabu yang abadi bernaung di atas kepala
Tetaplah berjalan, meski di hempas badai
Jangan pernah menyerah, sebab pelangi menanti di sana
Percayalah setelah badai, selalu ada cahaya
membimbing kita, menuju hari yang lebih cerah
Jadi, jangan berhenti, jangan pernah mundur
Tetaplah melangkah, dengan hati yang tabah dan kuat.
Makassar, 26 Januari 2026
2 komentar