Emilia Subekti - Doa yang Menjahit Masa Depan (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Doa yang Menjahit Masa Depan
Di malam yang sunyi, aku merapikan harap yang koyak,
lalu menjahitnya perlahan dengan doa.
Setiap sujud adalah benang kesabaran,
setiap air mata menjadi simpul yang menguatkan.
Aku tidak memohon jalan yang mudah,
aku hanya meminta hati yang tidak mudah menyerah.
Impian sering terasa jauh dan melelahkan,
namun doa membuatku berani melangkah kembali.
Aku percaya masa depan tidak datang tiba-tiba,
ia disusun dari luka, usaha, dan keyakinan.
Jika hari ini aku masih gemetar oleh rasa takut,
biarlah doa menuntunku untuk tetap berdiri.
Sebab dari doa yang tulus dan impian yang dijaga,
masa depan perlahan menemukan bentuk terbaiknya.
Bandar Lampung, 20 Januari 2025
Posting Komentar