Edriana Belva Kurniawan - Bundaku Rost (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Bundaku Rost
Dalam gelap, gadis kecil itu berjalan lemah,
dengan dada penuh sesak menahan resah.
Ditemani sunyi yang mengiris hati,
riuh di kepalanya tak kunjung berhenti.
Di rimba gelap ia terisak pelan,
menanti uluran tangan penuh harapan.
Namun yang datang justru menyeretnya jatuh,
ke jurang luka yang meremukkan tubuh.
Di gelap rimba ia mengecap segalanya:
senang, sedih, lelah, juga kecewa yang tak bertepi.
Kakinya letih menapaki duri yang panjang,
pundaknya rapuh memikul beban yang terus membentang.
Hingga di kelam rimba ia temukan secercah cahaya,
cahaya yang menuntunnya pulang dengan setia,
indah bagai pelangi di langit hatinya yang runtuh—
cahaya yang diberikan oleh bundaku, Rost.
Bandung, 28 Januari 2026.
Posting Komentar