Dion Anjun Fathul Qohar - Doa yang Tertinggal di Langit (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Doa yang Tertinggal di Langit
Di malam paling sunyi aku bersimpuh,
menjahit harap dari sisa-sisa runtuh.
Namaku gemetar di bibir waktu,
doa-doa jatuh, patah satu per satu.
Tuhan, jika mimpiku terlalu tinggi,
biarlah lelah ini jadi saksi.
Aku tak meminta takdir yang megah,
hanya napas yang tak lagi patah.
Tangisku larut bersama angin,
menyebut masa depan yang masih asing.
Aku menunggu jawaban dari sepi,
di antara ragu dan keyakinan diri.
Jika langkahku sering tersungkur luka,
jangan biarkan imanku ikut binasa.
Bila harapan harus diuji lagi,
izinkan aku kuat sampai akhir nanti.
Aku bertahan, meski nyeri menjerat,
sebab doa tak pernah benar-benar tamat.
Bantul, 23 Januari 2026
Posting Komentar