Dio Renata - Menenun Tabah Di Langit Asing (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents

Dio Renata
Menenun Tabah Di Langit Asing

Di ambang batas, restu ibu mengalun lirih
Raga sakitnya kutinggalkan demi mimpi yang perih
Uluran tangan kugenggam, meski batin teriris kasih
Aku merantau, menukar hangat dengan gigil yang letih
Mengejar cakrawala di atas langkah yang tertatih.

Gempita lulus datang, namun asmara luruh berdebu
Jarak membunuh kita, meninggalkan sepi yang membatu
Lalu hadir hati baru yang patriarki dan membelenggu
Sedang fitnah keluargamu menyayat namaku jadi abu
Aku pun pergi, mematahkan rantai cinta yang semu.

Takdir memutar jalan, aku kembali ke pelukmu
Meski rumahmu menolak, membuang percaya padaku
Tiba-tiba langit runtuh, cinta pertamaku terkurung jeruji membeku
Hatiku tersayat, duniaku karam di palung pilu
Menangisi nasib yang seolah tak pernah beruju.

Setahun ini aku bukan lagi tunas yang rapuh
Melainkan karang yang tegar setelah dihantam rubuh
Di tanah asing ini, jiwaku kini kian tangguh
Mengubah tetesan air mata menjadi doa yang sungguh
Menjelma dewasa dalam dekapan takdir yang luruh.

Pontianak, 11 januari 2026

Posting Komentar