Dini Nuraeni - Tentang Aku, yang Belum Pandai Pulang (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents


Dini Nuraeni
Tentang Aku, yang Belum Pandai Pulang


Tepat pukul sembilan pagi,
Aku kembali menulis sebuah puisi.
Sebelumnya, sempat ada tangisan diri.
Aku kembali ke dalam perasaan menyesali.
Mengingat setiap kenangan yang kepalaku beri.

Hampir sepuluh hari setelah aku pergi.
Lebih tepatnya—pindah dari rumah ibuku sendiri.
Ada satu waktu yang membuat emosiku meledak.
Pikirku setelahnya, ternyata aku masih tak terkendali.
Lalu, aku pun bergerak—untuk menyendiri.

Dari kejadian itu, aku malu.
Aku masih tidak berubah. Masih salah.
Semua yang merumitkan pikiranku saat itu—
Membuat suara kutelan perlahan.
Kemudian, aku menjadi pendiam.
Selain berhenti bersuara, aku pun berhenti makan.
Aku menutup mulutku.

Aku kalut, tak bisa maju melawan diri yang lemah.
Takut memulai—untuk memperbaiki keadaan.
Itu sulit, aku tak ingin ada lagi kesalahan.
Air kotor yang terus diaduk hanya akan semakin keruh.

Lalu, di sinilah aku.
Di sebuah tempat pelarian.
Aku bimbang dan bingung, tak bisa melakukan apapun.
Setiap ada kesempatan,
Aku selalu berharap akan ada keajaiban.
Berpikir, "semua tentu akan baik-baik saja bukan?"
Ini perihal waktu. Ya, aku harap akan berlalu.

Kini mimpiku kecil sekali.
Yaitu, bisa bersenda gurau kembali.

Cianjur, 25 Januari 2026

Posting Komentar