Desi Amelia - Dari sajadah menjadi Almamater (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Dari sajadah menjadi Almamater
Di atas lembar sajadah yang mulai menua warnanya kulangitkan doa dalam sujud, wahai pemilik takdir.
Ada satu titik bentala yang amat ingin kugapai sebuah gedung, sebuah tangga, sebuah Almamater Universitas yang kutulis namanya dilangit-langit kamar.
Aku tidak meminta jalan yang rata aku hanya meminta kaki kecil ini kuat untuk menanjak.
Biar setetes doa dan keringat menjadi tinta, biar lelahku menjadi tumbal, asalkan namaku tertulis di pengumuman itu,
Bersanding dengan angka yang menandakan kemenangan.
Apapun caranya, selama itu ridha-Mu
akan kukejar meski jaraknya ribuan meter dari kenyamanan.
Jika pintu depan terkunci, aku akan mengetuk pintu belakang, jika pintu belakang tertutup, aku akan bersujud di pelataran.
Karena impian ini bukan untuk sekedar gengsi, Melainkan janji pada diri sendiri untuk tidak menyerah dihari ini.
Wahai sang pemilik takdir, dalam setiap rapalan doaku, ada suasana kelas yang ingin kulihat, ada rak perpustakaan buku yang menyapa untuk dibaca bukunya.
Jadikan namaku dari bagian mereka, sang satria aksara yang akhirnya pulang membawa kabar gembira.
Tulungagung, 25 Januari 2026
Posting Komentar