DANI AHDAD - Impian yang kutitipkan dalam doa (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Impian yang kutitipkan dalam doa
Di sepertiga malam yang sunyi,
aku menundukkan kepala,
bukan membawa kesombongan,
hanya impian yang rapuh oleh dunia.
Aku tahu langkahku terbatas,
tenagaku sering kalah oleh keadaan,
maka kutitipkan mimpiku
pada Tuhan yang tak pernah lelah mendengar.
Dalam doa, aku belajar berserah,
bahwa tidak semua harus segera terjawab,
sebab impian bukan tentang cepat sampai,
melainkan tentang iman yang tetap menetap.
Jika impianku tertunda,
aku belajar sabar,
jika impianku terwujud,
aku belajar syukur yang benar.
Sebab para ulama mengingatkan dengan bijak:
Apa yang ditakdirkan untukmu,
tak akan pernah melewatkanmu.
— Imam Al-Ghazali
Maka aku tak lagi memaksa langit,
aku hanya mengetuknya dengan doa,
karena aku percaya,
impian yang dititipkan kepada Allah
tak akan kembali dengan sia-sia.
Karawang, 13 Januari 2026
Posting Komentar