DAHLIA - Jejak Langkah Di Jalan Yang Sunyi (OSN 3.3)
👁️ dibaca
DAHLIA
Jejak Langkah Di Jalan Yang Sunyi
Pagi masih membawa kabut tipis di pelupuk mata,
Saat kaki ini melangkah di jalan yang sama
Namun terasa asing, sepi tanpa suara
Yang dulu selalu memangil namaku dengan lembut.
Aku berjalan, meski berat setiap tapak,
Menyusuri hari-hari yang terasa retak
Kehilangan telah mengubah warna langit,
Meninggalkan ruang kosong yang tak bisa tergantikan lagi.
Ada saat-saat aku terdiam di tikungan jalan,
Bertanya pada angin: mengapa harus pergi?
Kenangan datang seperti hujan tanpa peringatan,
Membasahi pipi dengan rindu yang tak bersuara.
Namun matahari tetap terbit, walau hatiku kabut,
Dunia terus berputar, tak menunggu luka sembuh.
Maka kuambil napas dalam-dalam,
Mencoba menerima bahwa kepergian adalah bagian dari cinta.
Aku belajar berjalan dengan bayanganmu di samping,
Bukan lagi di depan, tapi di dalam dada
Tempat dimana kau tetap hidup, selamnya.
Gadis ini masih rapuh, masih sering tersandung,
Tapi dia terus melangkah, walau sendirian.
Karena dia tahu, cinta yang ditinggalkan
Adalah bekal terkuat untuk melanjutkan perjalanan.
Dan suatu hari nanti, di ujung jalan yang panjang,
Dia akan tersenyum bukan karena lupa,
Tapi karena telah belajar hidup bersama kehilangan,
Sambil membawa cahaya dalam setiap langkahnya.
Bangka Barat, 10 January 2026
Posting Komentar