Arnolda Jansensia Siti - Kemanakah Hamba-Mu? (OSN 3.3)
πŸ‘️ dibaca

Table of Contents

Arnolda Jansensia Siti
Kemanakah Hamba-Mu?


Gulita tiada terbilang membayang di depan mata
Kelap malam sirna, lenyaplah sudah
Kini kelam tak henti-hentinya melayang
Di mana aku sekarang?

Deret bangku rumah-Mu tak mampu kupungkiri
Suara lonceng dari candi rumah-Mu mengusik jiwaku
Aku terhimpit tebing yang curam
Aku di penghujung jurang yang dalam

Inilah hari-Mu maha mulia
Harusnya aku di sana, terus memuji-Mu
Kemanakah Hamba-Mu sekarang?
Aku hilang sayang
Aku pergi tak kunjung pulang
Harusnya jari-jariku terkatup menyampaikan doa
Harusnya mataku tertutup membayangkan surga
Di mana hamba-Mu Tuhan?

Tak ada ramuan mujarab di tempat ini
Hilang sudah tabib kasih yang dari-Mu datang
Aku mengarungi hutan belantara sendirian
Aku memilih, aku menanggungnya
Kini hilanglah sudah mimpi-mimpi yang dulu kudambakan
Kemanakah Hamba-Mu kini?

Bertahun-tahun lamanya, aku mengembara dalam gulita
Lupakan kasih-Mu menghangatkan jiwa
Aku pergi meninggalkan berkat-Mu
Kini siapa lagi aku dihadapan-Mu?

Tuhan peluk aku untuk sesaat saja
Kembalikan nafas yang dulunya layak
Sungguh tiada pantas aku kembali berharap
Genggamlah kembali hidup hampaku
Berdoalah pula agar aku sembuh
Hidupku tiada artinya lagi tanpa kasih-Mu




Bobou, 13 Januari 2026

33 komentar

Arnolda Jansensia Siti 18 Januari 2026 pukul 08.38 Delete
Terimakasih sudah meng-upload Puisi saya kak πŸ™πŸ«Ά
Arnolda Jansensia Siti 19 Januari 2026 pukul 17.15 Delete
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
NovianaBani 19 Januari 2026 pukul 18.11 Delete
Luar biasa kaka. Puisi yang sangat menyentuh dan punya kedalaman emosional yang luar biasa. Membaca baris demi baris rasanya seperti menyaksikan perjalanan spiritual yang sangat jujur. Tentang manusia yang merasa kehilangan arah namun tetap memiliki secercah kerinduan untuk pulang. Teruslah menulis. Tuhan berkati selalu πŸ˜‡
Semangat πŸ”₯ 19 Januari 2026 pukul 18.40 Delete
πŸ”₯
Nggapil 19 Januari 2026 pukul 18.50 Delete
Luar biasa sayang, semangat terus kedepannya ne molasπŸ˜‡πŸ”₯
Donbosko Foju 19 Januari 2026 pukul 18.52 Delete
Puisi yang sangat luar biasa ade, Ini bukan sekadar kata, ini adalah suara jiwa yang jujur. Sungguh mengharukan.sangat puitis, dan setiap rima dan irama mengantarkan pada perenungan yang dalam,,, teruslah berkarya ade Arnolda Jansensia Siti
Saferinus Nderas 19 Januari 2026 pukul 18.53 Delete
Semangat dan terus berkarya adek
Galfi-Chan 19 Januari 2026 pukul 19.02 Delete
keren sekali kamu dek,,, semangat terus yaa., luar biasa karya kamu selalu bagus. sukses selalu adikkuuuu😘😘😘
Yohana Bhoki 19 Januari 2026 pukul 19.09 Delete
Teruslah berkarya anak sayang...puisi yang sangat bermakna
Semangat Azi πŸ₯°πŸ™ terbaik sudah adik 19 Januari 2026 pukul 19.13 Delete
Semangat Azi πŸ₯°πŸ™
Luar biasa karyamu adik
Maria Celsi Lo'o 19 Januari 2026 pukul 20.14 Delete
Semangat syg😍 puisinya bagussπŸ€—πŸ™
Ray sudin 20 Januari 2026 pukul 08.20 Delete
Puisi ini terasa jujur dan tidak dibuat-buat dalam menyampaikan kerinduan spiritual.
Memiliki ritme yang tenang, sehingga enak dibaca dengan tempo perlahan (meditatif).
Nindi 20 Januari 2026 pukul 13.21 Delete
Semangat terus dalam berkarya sayang πŸ€πŸ‘
Ristaballa 20 Januari 2026 pukul 13.27 Delete
Semangat terus adikπŸ™πŸ˜‡
Unknown 20 Januari 2026 pukul 13.47 Delete
Kelap malam atau kelam malam?

Semangat berkarya adik🀍🫢🏻
Unknown 20 Januari 2026 pukul 13.48 Delete
Kren sayang,,, semangat trus eee
Cici 20 Januari 2026 pukul 13.56 Delete
Semangat adeeπŸ’ͺ
Thy 20 Januari 2026 pukul 14.04 Delete
Puisinya sngat menyentuh sekali Eneng πŸ˜˜πŸ˜—... Tetap semangat utk kedepannya Eneng❤πŸ’ͺ
Rosalia Dalima Intan 20 Januari 2026 pukul 14.39 Delete
Luar biasa. Karya yang indah dan sarat makna. Membaca kata demi kata, baris demi baris mengantarkan aku pada pemahaman tentang betapa dalamnya perasaan penulis. Merangkai kata menjadi puisi adalah olah rasa menjadi bahasa. Dan engkau sungguh luar biasa.Teruslah berkarya. Berkat besar menantimu.
Leni wela 20 Januari 2026 pukul 14.44 Delete
Semangat yaneπŸ’ͺπŸ”₯
Good 20 Januari 2026 pukul 21.26 Delete
Good
Nardin 20 Januari 2026 pukul 21.29 Delete
Semangat rigitπŸ’ͺπŸ₯°
Na Tha 21 Januari 2026 pukul 06.31 Delete
Semangat terus ayg puisinya samgat menyentuh hati 😍
yovita timun 21 Januari 2026 pukul 09.19 Delete
Puisi yang menyentuh hati, semangat dan terus belajar. kamu luar biasa.
Syafrizal 21 Januari 2026 pukul 09.32 Delete
Luar biasa puisi yg sangat indah
Keren keren keren istimewa jaya selalu bersama karya karya mu dek
Ayunda 21 Januari 2026 pukul 12.42 Delete
Terus berkarya adekkuπŸ”₯
Laura 21 Januari 2026 pukul 17.07 Delete
Semangat terus syg πŸ’ͺπŸ’—
Nesa 21 Januari 2026 pukul 17.09 Delete
Semangat terus untuk kedepannya kembarQπŸ™πŸ€
Chantika 22 Januari 2026 pukul 07.37 Delete
Bagus sekali
Semangat nane
Ensi 22 Januari 2026 pukul 07.39 Delete
Semangat terus ewww syg🀍
Fransiska 22 Januari 2026 pukul 21.59 Delete
Sangat terinspirasi puisinnya sayang.. Semangat n sukses ya
Jiny Nia 23 Januari 2026 pukul 06.54 Delete
Semangat terus Nane😊
Inaya 26 Januari 2026 pukul 09.58 Delete
π‘Ίπ’†π’Žπ’‚π’π’ˆπ’‚π’• 𝒕𝒆𝒓𝒖𝒔 π’Œπ’Œ