ANNISA RAMADHANI - Renungan seorang pendidik (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
ANNISA RAMADHANI
Renungan seorang pendidik

Saya sering bertanya pada diri saya sendiri:
untuk apa gelar yang saya raih, jika pada akhirnya saya gagal memberi contoh yang baik kepada anak didik saya?
Untuk apa proses panjang pendidikan, jika saya tidak berhasil membersamai mereka tumbuh menjadi manusia yang utuh?

Sebagai pendidik, terutama pendidik anak usia dini, saya menyadari bahwa saya tidak hanya mengajarkan pengetahuan. Saya sedang membentuk sikap, kebiasaan, dan cara anak memandang dunia. Setiap kata yang saya ucapkan, setiap sikap yang saya tunjukkan, dan setiap keputusan yang saya ambil dalam pembelajaran, akan menjadi bagian dari ingatan dan pengalaman hidup mereka.

Kegelisahan ini bukan datang karena saya tidak percaya pada pendidikan, tetapi justru karena saya sangat peduli. Saya takut jika ketidaksiapan saya, keterbatasan saya, atau kelelahan saya, menjadi penghalang bagi tumbuh kembang anak-anak yang saya dampingi. Saya takut jika saya hanya sibuk mengejar target, administrasi, dan penilaian, namun lupa pada hakikat pendidikan itu sendiri: memanusiakan manusia.

Rao Utara Januari 2026

Posting Komentar