ANISA VAIRI - Garis Nasib di Telapak Tangan (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Garis Nasib di Telapak Tangan
Di atas bumi yang sering kali tak ramah
Aku membawa seribu tanya dengan berjuta resah
Katanya, hidup adalah jalan pulang yang tak ada ujungnya
Namun sering kali aku tersesat di antara ambisi yang lancung
dan bayang-bayang yang garang.
Impianku bukan hanya gedung-gedung yang mencakar langit
Tapi ketenangan yang merayap di sela jemari saat malam mulai menjepit
Aku belajar mengeja huruf demi huruf yang ada dalam kitapnya
Aku membaca ayat demi ayat, dan menjadikan nya doa
bukan sebagai daftar tuntutanku kepada yang kuasa
melainkan sebuah penyeraha seperti daun kering yang pasrah
pada pelukan angin di penghujung musim hujan.
Pernah aku berlari hingga napas terasa seperti sayatan sembilu
mengejar garis finish yang ternyata hanyalah angan angan kelabu
Kini, aku memilih berjalan pelan,
menikmati tiap kerikil yang menyapa kulit
sebab perjalanan ini adalah guru
yang mengajariku bahwa jatuh bukanlah berarti pailit
Tuhan, di dalam sujud yang mungkin masih berlumur dosa
kutitipkan tiap keping harap yang belum sempat kusebutkan nama nya
Biar waktu yang menenunnya
menjadi takdir yang paling tabah
di mana setiap luka
akhirnya tumbuh menjadi hikmah yang tak lagi basah.
MINGGU 11 JANUARI 2026
4 komentar