Anisa Pramesti - Proses Yang Tak Bersama (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Proses Yang Tak Bersama
Dua tahun berjuang, aku menemani langkahmu
Menerangi jalan, saat kamu merasa gelap
Kamu berjuang, aku bersamamu
Menghadapi rintangan, dengan hati yang tak pernah lelah
Kami berdua, dalam satu tujuan
Mencapai impian, dengan cinta yang membara
Tapi kini, kamu pergi
Meninggalkan aku, dengan satu kesalahan
Aku yang menemani, kamu yang melaju
Proses yang tak bersama, kini menjadi kenangan
Aku masih ingat, saat kamu merasa lelah
Aku yang menghibur, kamu yang tersenyum lemah
Aku masih ingat, saat kamu merasa putus asa
Aku yang mengangkat, kamu yang melangkah maju
Tapi kini, kamu tidak lagi
Meninggalkan aku, dengan hati yang hancur
Aku yang tersisa, dengan kenangan yang pahit
Proses yang tak bersama, menjadi luka yang tak sembuh
Aku masih mencari, jawaban yang tak ada
Mengapa kamu pergi, meninggalkan aku saja
Aku masih berharap, kamu kembali
Tapi kamu tidak, dan aku harus menerima
Seminggu berlalu, kamu sudah lupa
Aku masih disini, mencoba melupakan
Kamu sudah menemukan, cinta yang baru
Berjalan bersama, di bawah matahari yang cerah
Kamu pergi kesana kemari, tanpa memikirkan aku
Tanpa memikirkan, hati yang masih sakit
Aku masih disini, mencoba memahami
Mengapa kamu bisa, melupakan secepat itu
Aku berharap, kamu bahagia
Di tempat yang baru, dengan cinta yang baru
Tapi aku tidak bisa, melupakanmu secepat itu
Aku masih mencintaimu, dengan hati yang masih sama
Aku masih ingat, saat kita berdua
Berjalan bersama, di bawah bintang-bintang
Aku masih ingat, saat kita berdua
Berbicara tentang, masa depan yang cerah
Tapi kini, semua itu
Hanya menjadi kenangan, yang tak akan kembali
Aku harus melanjutkan, hidupku sendiri
Tanpa kamu, tapi dengan cinta yang masih ada
Aku akan terus maju, dengan hati yang kuat
Aku akan terus hidup, dengan cinta yang tak pernah mati
Dalam kesunyian, aku mencari jawaban
Mengapa cinta kita, harus berakhir demikian
Aku mencari makna, dalam kehilangan ini
Tapi hanya ada, kesedihan yang tak berakhir
Aku akan terus berjalan, dalam jalan yang tak pasti
Dengan hati yang hancur, tapi cinta yang tak pernah mati
Sragen,11 Agustus 2005
Posting Komentar