Andi Astagina - Membasuh Letih (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Andi Astagina
Membasuh Letih


Di antara sunyi yang memeluk malam,
Aku melipat jemari, merajut pinta di relung paling diam.
Mengingat ada impian yang menjulang setinggi bintang,
Aku menolak tunduk pada pekat yang menghadang.

Meski jalan setapak yang terasa sangat panjang,
Namun aku yakin, setiap tetes lelah adalah bukti yang terpampang.
Bukan sekadar peluh, melainkan tinta yang menuliskan ketabahan,
Di atas lembar takdir yang penuh rintangan.

Di tengah kerumunan jiwa yang terbuai mimpi,
Aku tetap terjaga merakit kepingan asa yang hampir mati.
Menautkan jemari, mengetuk pintu langit dengan untaian doa,
Memohon kekuatan saat raga mulai lara.

Wahai..., sang pemilik takdir, dengarlah bisikan kalbu,
Jadikan setiap tetes peluh menjadi jembatan rahmat-Mu.
Sebab, impian yang menjulang setinggi bintang ini,
Adalah caraku membasuh letih yang mengukir garis-garis di wajah ayah dan ibu.

Makassar, 23 Januari 2026

Posting Komentar