Amel Sagara K - Rumah dari Nanti (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Rumah dari Nanti
Aku belajar bermimpi
dengan cara yang sunyi: menyimpan
Di rumah ini
harapan tidak dipajang,
ia disimpan di sudut-sudut sepi,
seperti pakaian terbaik
yang menunggu dunia pantas memakainya.
Setiap pagi,
kubuka jendela bukan untuk cahaya,
melainkan jarak.
Langit selalu ada,
namun tak pernah dekat─
seperti impian
yang tinggal selangkah
dari keberanian.
Orang-orang menyebut hidup
sebagai perkara yang harus selesai.
Mereka menutup mimpi
seperti buku usang.
Aku mengerti kehati-hatian itu;
aku pun pernah takut pada kata ingin,
sebab ia sering menjelma luka
yang rapi dan lama pulihnya.
Bagiku, impian
bukan puncak,
melainkan rumah
yang dibangun dari kata nanti.
Setiap hari sebutir batu:
lelah, ragu,
dan harap yang tak diumumkan.
Sore hari, jendela kututup.
Langit tetap jauh.
Aku menyimpan impianku
seperti api kecil─
cukup untuk menjaga gelap
tidak sepenuhnya menang.
Cianjur, 17 Januari 2026
Posting Komentar