ALYA DESTIANI - UNTAIAN UNTUK ADIKKU (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
ALYA DESTIANI
UNTAIAN UNTUK ADIKKU

Keluargaku seperti pohon cemara, teduh tapi jauh.
Di usia tujuh tahun, angin membawaku ke dahan asing.
Hanya Ayah dan jam panjang: pagi hingga larut, dalam debu jalanan.
Kakek-Nenek jadi teman sepi di beranda sunyi.

Uang adalah bahasa utama di rumah itu, aku belajar bahasa diam.
Suatu senja, Ibu datang dengan gumpalan merah.
Aku lari, tanpa tahu itu adikku calon sahabat dalam doa yang tak sempat kuucap.

Kini ia pergi sebelum sempat merasakan embun pagi.
Langkahku berat, tapi setiap napas dan lelah adalah dupa untukmu, Adik.
Aku berjalan menggantikan dua pasang kaki kecil, menyusuri jalan hidup yang seharusnya kita lalui bersama.


Bandung, 29 Januari 2026

Posting Komentar