Aliya Nur Khalisa - Riwayat Luka yang Mengajarkanku Pulang (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Aliya Nur Khalisa
Riwayat Luka yang Mengajarkanku Pulang


Disuatu pagi yang bahkan belum sempat bernama,
Aku belajar melangkah tanpa peta,
Menaruh harap di telapak kaki yang gemetar,
Sementara dunia terbentang seperti teka-teki tanpa jawaban.

Langit tak selalu biru, kadang ia kelabu, kadang terlalu terang sampai menyilaukan arah pulang. Aku berangkat dengan penuh mimpi, namu tak sadar,
hidup sering mencuri peta dari tangan kita, lalu menyuruh kita belajar membaca bintang di tengah badai yang tak ramah.

Setiap perjalanan dan napas adalah doa yang kadang lupa cara meminta.
Aku melewati jalan yang berbelok tiba-tiba, menyapa tikungan yang menyimpan jatuh, dan tanjakan yang mengajarkan arti menyerah tanpa benar-benar melepaskan. Ada hari ketika kaki terasa batu, dan hati lebih berat dari ransel berisi kenangan.

Hidup tak selalu berbicara dengan bahasa lembut, ia sering berteriak lewat kehilangan, dan memeluk lewat sepi yang panjang.



Depok, 15 Januari 2026

7 komentar

Ummuuul 18 Januari 2026 pukul 18.56 Delete
Relate banget puisinya, suka deh..
Semangat berkarya Aliya❤️
sryy cantik 18 Januari 2026 pukul 18.56 Delete
so deep🤧
karim 18 Januari 2026 pukul 20.09 Delete
cantik sekali ya, selamat terbang dgn indah ya 🤍
Khaulah Yasmin 18 Januari 2026 pukul 20.10 Delete
Masyaallah. Teruskan berkarya yaya🔥🤩
naaaa 18 Januari 2026 pukul 20.10 Delete
🥹🥹 semangat terusss
hiluww 18 Januari 2026 pukul 21.15 Delete
Allaah Allaah..😍😍
jaraa 19 Januari 2026 pukul 22.17 Delete
ternyata luka bisa dibaitkan seindah ini, selamat berpelukan erat dan pulang aya, so proud🤍