Alexsa - Memahat Batu di Dinding yang Kering (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
Alexsa
Memahat Batu di Dinding yang Kering

Pikiranku meracau hebat, bertarung dengan seonggok daging dicampur nadi kecemasan. Duhai diri yang diselimuti ketakutan, sungguh malang nasib ini. Hari ini aku memilih memahatmu dengan penuh sukacita, riang sambutanku dengan jari gemetaran. Aku takut memahatmu terlalu dalam pada dinding yang rapuh dan kering. Aku gelisah mengorek setiap inci sisa kehancuranmu; saat kau mulai melunak, aku kian tegang.

Tujuan akhirku adalah medan perang yang usai. Aku berlari dengan luka, darah hebat menghantam setiap tapak. Doa bermain di sepanjang malam, baitnya indah sampai semesta mendengar, menyusup pintu-Nya, meresap cemas. Aku siap dengan segala kemungkinan. Bagiku, kalah atau menang bukan sebuah beban, sebab aku menyesap cinta dari Sang Pencipta. Dia berbisik tenang, merangkul hati yang patah. Kudekati pintu-Nya, semakin dalam suaraku menggema. Dinding itu kembali lagi, kini dia tidak lagi sunyi.

Medan, 29 Januari 2026

Posting Komentar