Alexandra Regina - Doa di Ujung Dandelion (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Doa di Ujung Dandelion
Di tanganku, dandelion itu bergetar,
ringan seperti harap
yang tak berani bersuara keras.
Aku meniupnya perlahan,
seakan takut angin salah paham
pada maksud doaku.
Setiap benih melayang
membawa satu nama yang belum kutahu,
satu wajah yang belum kutemui,
namun telah lama kusebut
dalam percakapan sunyi dengan Tuhan.
Aku tidak meminta cinta yang sempurna,
hanya yang bertahan
saat dunia tak ramah,
yang memilih tinggal
ketika pergi terasa lebih mudah.
Jika ia jauh,
jagalah langkahnya.
Jika ia tersesat,
terangilah jalannya.
Dan jika kami belum dipertemukan,
ajarkanku menunggu
tanpa kehilangan iman.
Biarlah dandelion ini gugur di tanah terbaik,
bertunas pada waktu yang paling benar.
Sebab cinta sejati,
seperti doa yang tulus,
tak pernah datang tergesa—
ia tiba
tepat saat hati telah siap menerima.
Rantebulahan Timur, 28 Januari 2026
Posting Komentar