Aditya Artika Sari - Doa yang Tidak Kuberisikkan (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Doa yang Tidak Kuberisikkan
Aku tidak mengumumkan doaku kepada dunia,
ia kusembunyikan di dada yang belajar teduh.
Impian kusimpan seperti cahaya kecil,
bertahan di antara angin dan malam.
Aku pernah ragu pada langkah sendiri,
pernah lelah menatap jarak yang panjang.
Namun doa mengajariku berjalan pelan,
tidak menuntut waktu, tidak memaksa hasil.
Di setiap jatuh aku memilih bangkit,
di setiap tunda aku belajar setia.
Doa ini tidak berisik,
ia bekerja dalam kesabaran,
menguatkan lutut yang nyaris runtuh.
Jika hari ini belum berpihak,
aku tetap melangkah dengan percaya.
Sebab impian bukan sekadar harap,
melainkan perjalanan yang dijalani.
Aku menjaga doa itu dengan hormat,
hingga waktunya menjawab.
Di bawah langit yang sama aku tumbuh,
menata napas dengan tenang.
Aku percaya doa yang jujur
menemukan jalannya.
Palembang, 19 Januari 2026
11 komentar