Adinda mulya rizki - Peta yg di gambar luka (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Adinda mulya rizki
Peta yg di gambar luka
Aku berangkat tanpa peta.
Hidup sengaja menghapus arah
agar aku belajar tersesat
dan menemukan diriku sendiri.
Langkah pertamaku runtuh
bahkan sebelum bernama mimpi.
Keyakinan gugur seperti daun muda—
belum sempat hijau,
sudah diminta ikhlas.
Aku bertanya pada langit,
mengapa jalan selalu berliku
padahal niat lurus?
Langit diam.
Dari sanalah aku paham:
jawaban tidak selalu berupa suara,
kadang berupa kekuatan
untuk tidak berhenti.
Di perjalanan,
aku bertemu diriku yang lain—
anak kecil yang takut gagal,
remaja yang keliru menamai luka sebagai cinta,
dan dewasa yang belajar
bahwa kalah pun perlu keberanian.
Kami saling menatap
dalam satu tubuh
dan sepakat berdamai.
Luka-luka tak lagi kusembunyikan.
Ia menjadi penanda:
di sinilah aku jatuh,
di sinilah aku bangkit
tanpa saksi selain tekad.
Darah yang mengering
berubah tinta,
menulis ulang nasib
dengan tangan gemetar
namun arah yang pasti.
Kini aku melangkah lagi.
Bukan untuk sampai lebih cepat,
melainkan untuk tetap berjalan
meski dunia tak menunggu.
Sebab hidup bukan tentang tujuan,
melainkan tentang keberanian
bertahan di jalan
yang tak pernah menjanjikan tepuk tangan.
Jika suatu hari aku tiba,
itu bukan karena aku paling kuat—
melainkan karena
aku tidak memilih berhenti.
Bandung, 08 januari 2025
.png)
Posting Komentar