Adi Nugroho - Surga di Atas Angan (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Adi Nugroho
Surga di Atas Angan


15 tahun sudah ku kenakan seragam ini bersamaku
Seragam kuning abu-abu
Yang telah lama memudar termakan waktu
Menempel jelas keringat yang telah menyatu

Aku … lelaki paruh baya
Berjuang hidup jauh dari keluarga
Namun tak semudah yang disangka
Mendambakan rindu menyambung asa

Aku … pengembara kelana
Berharap hidup di alam nirwana
Namun apa daya, ibarat mentari tertutup awan senja
Mungkin ini ujian dari Yang Maha Kuasa

Ya, aku satu-satunya Adam di keluargaku
Semenjak sang ayah meninggal sepuluh tahun yang lalu
Tinggalah ibu, istri dan kedua putriku
Yang berharap aku menjadi tulang punggung yang baru

Raga ini memaksa untuk berhenti …
… berhenti dan segera pergi
Tetapi tertahan oleh kenyataan hidup ini
Bahwa jalan detak nadi ada padaku kini

Saat menatap embun dipagi hari
Seraya mencoba menahan cahaya yang menari
Sambil menggenggam selembar surat, sebelum ku berangkat pergi
Berisi aksara untuk menyudahi perjuangan lebih dini

Umurku memang tak lagi muda
Yang tak sanggup menahan beban dunia
Pada akhirnya kita harus menghadapi realita
Lihai bertindak atau ditelan masa

Aku teringat akan pesan seorang Pahlawan
Pahlawan bangsa yang terlupakan
Yang terbaring di Kalibata, Jakarta Selatan
Ia mengatakan Hidup yang tidak diperjuangkan, maka tidak akan pernah dimenangkan
(Sutan Sjahrir, 1909 – 1966)


Balikpapan, 10 Januari 2026

1 komentar

Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 4 Februari 2026 pukul 09.16 Delete
Sangat menggambarkan perjuangan seorang ayah yang menjadi tulang punggung dengan berbagai gejolak emosinya.