SALMA MAHARANI - Bumi Pertiwi (OSN 1.3)

📅 11 Mei

 


Serupa Durma

Bambu runcing menemani di setiap luka

Ayat suci dilantunkan dengan khitmat

Bagaikan lautan penuh darah

Angin-angin menjadi saksi atas peperangan ini

Awan-awan tampak gemuruh petir yang menyambar, seakan-akan ikut merasakan kepedihan ini

Sudah tak terhitung kubik darah berjatuhan

Dari pukulan hingga tendangan

Dari luka belati hingga senapan

Tak ada dalam perang Mahabarata

Bahkan di sejarah dunia

Hanya di sejarah Indonesia

Hanya satu pilihan, merdeka atau mati di tangan penjajah

Mengalir air mata darah

Demi bumi ibu pertiwi

Semua itu pun membuahkan hasil 

Yaitu sebuah nama Indonesia

Lambang Garuda, dasarnya Pancasila

Undang Undang 45

Merajut banyak peristiwa

Berusaha mengenang setiap luka

Pagi hari 17 Agustus 1945

Dengan bangga bung Karno membacakan sebuah teks yang membuat air mata bergejolak 

Di Jalan Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta

Dengan lantang dibaca “Proklamasi kami bangsa Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya” 

Lalu bersorak “Merdekaa”

Hembusan napas lega atas kemerdekaan bumi Pertiwi

Kini kita hanya berdiri hormat mengenang setiap kepedihan dan perjuangan lalu. 


Kediri, 9 Mei 2023